INDONESIAN BIODIVERSITY AND BIOTECHNOLOGY: LIPI Update

Lukman Hakim, Endang Sukara

Abstract


Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia (mega diversity country). Negeri ini sudah sepantasnya memiliki nilai tinggi bagi keberlanjutan kehidupan umat manusia di atas planet bumi yang sangat rapuh ini. Keanekaragaman hayati adalah  satu-satunya sumber materi genetik yang diperlukan untuk menumbuhkembangkan
bioteknologi. Keanekaragaman hayati dan sumber daya genetik yang terkandung di dalamnya
diyakini akan sangat penting dalam upaya manusia menyesuaikan diri dan mengantisipasi perubahan iklim global dan memastikan pencapaian target MDG. Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar, Indonesia berpeluang sangat besar untuk memberikan kontribusi bagi kepentingan umat manusia tanpa kecuali. Melalui kemajuan ilmu biologi, khususnya di bidang biologi molekuler dan genetika molekuler, keanekaragman hayati dan
genetik yang ada di dalamnya dapat terus dipelajari, dilestarikan, dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik pertanian (produksi benih yang adaptif terhadap perubahan iklim dan perubahan pola konsumsi), industri (bioekonomi/ekonomi hijau), kesehatan (produksi obat baru untuk mengatasi berbagai penyakit baru/new emerging deseases), dan lingkungan (meningkatkan kualitas lingkungan). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah
mendirikan Pusat Penelitian Bioteknologi, 10 tahun sebelum dibentuknya Komite Bioteknologi Nasional. Melalui sejarah panjang, LIPI secara berkesinambungan terus melakukan kegiatan riset di bidang keanekaragaman hayati. Dengan komitmen penuh, LIPI berupaya merawat koleksi spesimen tumbuhan, hewan, dan mikroba di Herbarium Bogoriense, Museum Zoologicum Bogoriense, Koleksi Kultur Mikroba, dan Kebun Raya, termasuk 18 Kebun Raya baru yang didirikan di berbagai kota dan provinsi di seluruh Indonesia. Penelitian terhadap nilai  manfaat keanekaragaman hayati juga dilakukan. Penelitian molekuler dan genetik merupakan salah satu di antaranya. Beberapa telah menunjukkan hasil yang positif. Kerja sama ilmiah internasional menjadi salah satu hal yang harus dilakukan dalam mempercepat pemahaman tentang arti pentingnya keanekaragaman hayati dan genetik yang ada di dalamnya serta mencari mekanisme pemanfaatannya yang tepat sesuai dengan kesepakatan internasional
(CBD, Protokol Cartagena, dan Protokol Nagoya) sebelum sumber daya alam hayati ini mengalami kepunahan.

Keywords


Keanekaragaman hayati, Sumber daya genetik, Bioteknologi, Bioteknologi tumbuhan, Therapheutics protein, Gen tahan flu burung

Full Text:



DOI: http://dx.doi.org/10.14203/widyariset.13.1.2010.191-198

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Widyariset

Indexed by :