THE POTENTIAL OF VELVET BEANS (Mucuna pruriens L.) AS A SOURCE OF PROTEIN IN FOOD PRODUCTS

Irma Susanti, Nobel Christian Siregar, Fitri Hasanah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi/perlakuan optimum awal untuk menghilangkan kadar HCN, membuat tempe, dan tahu koro benguk serta mengetahui daya terima konsumen terhadap produk yang di- hasilkan. Perlakuan awal yang dilakukan adalah perendaman koro benguk selama 12 jam, perendaman tiga hari, dan perendaman 12 jam dengan penambahan NaHCO 1% yang dapat menghilangkan kandungan HCN. Koro2 benguk dapat dijadikan tempe tanpa substitusi kedelai, sedangkan pembuatan tahu harus disubstitusi kedelai hingga 65%. Tempe koro benguk yang paling disukai adalah tempe dengan perlakuan awal perendaman tiga hari dengan kandungan protein 12,2%. Tahu koro benguk yang paling disukai adalah tahu dengan formula 20% koro benguk dan 80% kedelai, baik dengan perlakuan awal perendaman 12 jam dengan penambahan NaHCO2 maupun dengan perendaman selama tiga hari. Ini untuk pertama kalinya dilaporkan tentang tahu koro benguk.

 

denganpenambahanNaHCO


maupun



Keywords


Koro benguk; Tempe; Tahu; Sumber protein; Produk pangan

Full Text:



DOI: http://dx.doi.org/10.14203/widyariset.17.3.2014.391-397

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Widyariset

Indexed by :